Thursday, 27 November 2025

Banjir kali ini salahin siapa lagi?

November 27, 2025 2

Akankah banjir kali ini salahin konser yang sudah di cancel dan tak tampil lagi? Jujur ini Adalah fenomena unik kala setiap musibah terjadi di Kawasan Aceh. Seakan alam mengazab pada setiap acara atau kejadian yang diprediksi bakal menjadi lahan “maksit”. Namun kali ini mari kita bedah dengan nalar sekuler untuk mencari penyebab lain kenapa kajadian separah ini.
Banjir aceh, sumut, sumbar
Banjir di kawasan Aceh, Kembang tanjong, beureunuen

        Dalam seminggu ini hujan tak jera membasahi bumi Sumatra dan sekitarnya. Rumah di bikin kuyup tanpa sempat kering karena hujan yang berlarut datang tiap hari. Terkhusus di Aceh lampu ikutan mogok sampai jangka waktu 12 jam lebih bahkan mungkin untuk beberapa Kawasan sampai 20 jam karena lokasi yang lebih susah aksesnya. Listrik padam, jaringan hilang, Tiang Listrik runtuh di sapu banjir longsor, jembatan putus, bahkan menara patah semua terjadi beriringan tanpa jeda seakan azab kaum Sodom. Orang kesulitan mengabari atau mencari tahu. Akses terputus! Bukan sekedar untuk contact telpon tapi untuk mengantar bantuan jalur daratpun tak bisa kini ditambah debit hujan yang bikin orang mengungsi ke atap rumah sunggu melarat masih dengan ketinggian banjir di beberapa tepat yang hampir seatap juga. Benar-benar bencana nasional yang saya belum tahu apakah sudah diumukan.

Namun sejujurnya untuk Kawasan aceh dan Sumatra utara yang berada pada tepi Kawasan ekstrim memanglah akhir tahun selalu disambut dengan cuaca begini. Hujan dan petir yang bersahutan memang menjadi penutup akhir tahun yang sebernarnya sudah normal, namun siap duga sampai banjir longsor separah kali ini bahkan ada 30 korban yang meninggal yang telah ditemukan di Kawasan sumatra. Tentu timbul pertanyaan… kenapa bisa begini.

     Fenomena kali ini sebenarnya Adalah investasi jangka Panjang terhadap apa yang telah kita perbuat pada alam. Hutan yang dibuat mandul akhirnya menjelma menjadi bencana baru. Tidak ada lagi yang menahan air dan akhirnya Banjir longsor terjadi setelah beribu kali peringatan untuk menjaga alam diidahkan. Sepertinya terlihat sulit untuk tidak menebang hutan dan memilih mengubah hutan jadi ladang sawit. Tidak sekedar warga tapi Perusahaan dan para kapitalis yang dengan leluasa berkarya padahal posisi sendiri tinggal diluar daerah dan luar negeri, alam dijarah di keruk sedemikian liar dan brutal tapi Ketika kejadian seperti ini mereka aman dengan posisi diluar negeri. Masyarakat individual pun tak kalah kacau, kala pasang badan membela para pengusaha dengan cara berdemo ke pemerintah Ketika melakukan penebangan emas dengan alat berat. Beberapa yang lain bahkan menjual kawasan hutan lindung secara illegal untuk disulap jadi ladang sawit dan tempat tinggal kemudian berlanjut update video tiktok dengan caption perintis bukan pewaris dengan hastag #tokesawit. dan ternyata itu belupun belum cukup untuk pemerintah pun ada juga yang  membuat gebrakan dengan berniat  Deforestasi, yaitu Pembukaan lahan untuk kebun sawit, pertanian, atau tambangPembangunan jalan dan pemukiman. Akibatnya hutan jadi berkurang, hewan kehilangan habitat, cuaca makin panas, dan risiko banjir meningkat.

Penampakan hutan Aceh melalui satelit

 Harus bagaimana kini? Menyalahkan konser lagi atau rakyat atau para pengusaha kapitalis atau bahkan pemerintah sendiri yang merongrong semua alam kita untuk memperkaya diri. Sementara itu, gajahpun kini mengungsi diusir sebagai tuan rumah asli yang telah semakin minoritas posisi. Seperti kisruh keributan di taman nasional tesso nilo. Padahal posisi harimau yang sudah berulang kali keluar dari hutan saja sudah jadi pertanda jikalau habitatnya telah rusak parah, babi yang rantai makanan harimau dimusnakah oleh kita karena di anggap hama,kambing hutan diburu dan sembelih, harimau akhrinya mati dijerat kala keluar kebun dan memangsa ternak warga. Akhirnya hutan lebih leluasa di bedah karena tidak ada predator alami lagi. Pada akhirnya alam sendiri yang ambil sikap, sepertinya memang benar azab tapi bukan konser sebagai kambing hitam.

#Bencanaalam #sumatra #sumbar #aceh #sumut

       

Tuesday, 25 November 2025

Why we never hear men support men?

November 25, 2025 3

Why do we rarely hear the phrase “men support men”? Why does it feel almost taboo to talk about male solidarity, while “women support women” is widely celebrated and highly visible? On TikTok, the hashtag #Womensupportwomen has over 118K uses, yet #Mensupportmen barely reaches a few thousand. The difference is huge—and it raises an important question: What’s happening with men?

After digging deeper into this topic, I found several reasons why male support is rarely seen, rarely talked about, and often misunderstood.

1. Many men are raised to be emotionally restricted

     From a young age, boys are often told things like:“Don’t cry, be tough,don’t act soft.”  Parents usually believe they are preparing their sons for a harsh world, but the result is the opposite: boys grow up with very limited space for emotional expression. Showing vulnerability is seen as weakness, so they learn to hide it. Meanwhile, girls are generally encouraged to express their feelings, seek comfort, or cry when they need to. This early emotional conditioning shapes how men relate to each other as adults.

2. Male friendships discourage emotional connection

     In many cultures, male friendships come with strict, unspoken rules. Men are expected to act strong even when they’re struggling. Showing affection—like crying together or giving emotional support—is often mocked as “too soft” or even “gay.”

     On the other hand, women freely compliment each other, comfort each other, and openly show love. A woman telling her friend “You look great today, i like your outfit, tell me if u feel unwell, is normal. But if a man says that to another man, he risks being teased. This social stigma limits how men support each other.

3. Society pushes men to compete, not connect

     Men are taught to measure their worth through dominance—being the strongest, the toughest, the smartest, the most “alpha.” When competition becomes the culture, solidarity becomes rare. Instead of collaborating, many men feel they must prove themselves all the time, even in front of their closest friends.

4. Men fear looking weak—especially to other men

     Research shows men fear judgment from other men more than from women. They stay silent even when they badly need help. They don’t talk, don’t ask, and often carry the burden alone. This silence contributes to rising mental-health issues among men worldwide.

5. Male support does exist—it's just invisible

Men often support each other quietly, helping without asking questions,showing up when needed listening without emotional language but because the support is silent and non-verbal, people rarely notice it. Society expects emotional displays as signs of support—something men are discouraged from doing.

So why is “men support men” so rare? Not because men don’t care.

     Another reason why men support men looking a little bit in social media is  not because they don’t want to support each other. But because traditional masculinity punishes vulnerability, and emotional connection is treated as a threat to a man’s identity. When the culture teaches men to hide their feelings, it’s no surprise that male support becomes invisible and underrepresented.

1.      .   They support each other with silent. Like show up without talking too much or being reliable but since it’s not verbal, it often goes unnoticed because show emotional as men is taboo so that's why the hastag unpopuler like womensupportwomen..

How do we change this? We start by creating environments where men can speak honestly without being mocked. When society stops ridiculing male vulnerability, men will finally have permission to show care openly—just like women do. And when that happens, “men support men” could become more than a rare hashtag; it could become a normal, healthy culture where men uplift each other instead of competing for strength.

Men deserve support too. They just need the space to show it

#womensupportwomen #mensupportmen #hastag

Monday, 24 November 2025

Bahaya toxic positivty kala di bungkus agama

November 24, 2025 1

Belakangan, banyak orang mendorong kita untuk “selalu berpikir positif.” Tapi, kalau dipaksakan terus-menerus, sikap ini berubah jadi toxic positivity—sebuah pola di mana emosi negatif dianggap salah, ditolak, atau disuruh dihilangkan begitu saja. Masalahnya, kondisi ini sering “dibungkus” dengan kata husnuzon (berbaik sangka), padahal sebenarnya berbeda kasus.

Bahaya toxic positivty kala di bungkus agama

    Istilah toxic positivity bukan lagi kata asing di sekitar kita. Meski begitu, banyak orang masih salah memaknai konsep ini—apalagi ketika dibungkus dengan logika agama. Tidak jarang, ajaran tentang kesabaran, prasangka baik (husnuzan), atau keteguhan iman justru menjadi target penyalahgunaan yang membuat kita merasa wajib selalu tampak kuat, tabah, dan positif dalam kondisi apa pun. 

    Kala posisi kita tidak berpikir positif atau husnuzon maka acapkali label kepribadian kita di cap minus (suuzhon mulu) atau rekontruksi akhlak kita dianggap buruk karena tidak punya positif vibes padahal kondisi yang kita lakukan adalah standar pembanding pada kedua sisi agar tingkat kewaspadaan dan sikap kritis kita tidak tumpul,  orang yang tidak menerapkan toxic positivity alias tidak selalu berpikir positif (dicap suuzhon ) Padahal, Kenyataannya pola pikir seperti ini tidak hanya keliru, tetapi juga bisa menjadi tekanan emosional baru yang berdampak buruk bagi kesehatan mental dan spiritual seseorang dikemudian hari. 

     Toxic positivity adalah kebiasaan memaksa diri atau orang lain untuk tetap ceria dan optimis, bahkan saat sedang terluka, sedih, stres, atau marah. Contohnya: “jangan sedih Allah gk kan nguji kamu sejauh ini untuk berakhir nangis” Kalimatnya terlihat baik, tapi intinya menolak realitas emosi manusia. Padahal, sedih dan kecewa itu normal. dan malah di paksa untuk Husnuzon yang mana penerapan kasusnya berbeda. Bahkan nabipun pernah sedih kala meninggalnya istrinya yaitu khadijah yang berlanjut pamannya Abu thalib secara beriringan sehingga nabi menyendiri hingga lahirnya tahun kesedihan nabi. 

    Dalam agama, husnuzon artinya berprasangka baik kepada Allah dan manusia, tapi tetap mengakui kondisi yang kita alami beda dengan toxic positivity. Ketika seseorang dituntut untuk “selalu kuat” dan “harus tetap positif”, ia akhirnya menjadi tidak jujur terhadap dirinya sendiri. Inilah bentuk awal dari emotional repression atau penekanan emosi, yang bisa berbahaya bila berlangsung lama.

Contoh Kasus: Dipaksa Kuat Saat Tragedi Terjadi

     Kasus yang bisa kita ambil sebagai study bandingnya ialah kala kejadian ambrukknya pesatren kemarin. Orang-orang malah menekankan emosinya untuk bersikap tegar dengan cara focus ke santri sebagai orang yang Syahid alih – alih mempertanyakan kejadian runtuhnya bangunan tersebut. “Insha Allah surga untuk mereka yang syahid karena posisi sedang shalat. Namun berapa persentase dari wali yang fokus pada kelalaian dari pihak pondok? Bukanya membuat laporan, malah Pembangunan dengan dana APBN yang ditawarkan tentunya istilah kapok sangat pantang terdengar di kalangan mereka kalau kasusnya begitu.

    Ucapan seperti: “InshaAllah mereka syahid, jadi jangan berlarut- larut dalam kesedihan.” merupakan penerapan yang jadi penyelamat sekiranya si pelaku benar melakukan kelalaian. Hal ini terdenga menenangkan. Tapi ini juga bisa menjadi bentuk penolakan emosi, terutama ketika keluarga masih membutuhkan jawaban— bukan kalimat penutup pembicaraan. yang lebih berbahaya, narasi seperti ini bisa membuat pihak yang bertanggung jawab merasa aman dari kritik. Fokus masyarakat dipindahkan ke “keikhlasan”, bukan ke aspek keselamatan, kelalaian, atau anggaran yang mungkin bermasalah.

Padahal, agama tidak pernah meminta kita untuk menutup mata dari kebenaran atas nama “sabar”. 

    Dalam banyak kasus, toxic positivity ditanamkan sebagai cara cepat untuk menutup pembicaraan yang dianggap “negatif”, padahal pembicaraan itu penting. Beberapa dampak buruknya: Emosi tertunda dan meledak kemudian, Kehilangan makna spiritual (jikalau berhasil terbongkar kelalai) hingga tidak ada ruang untuk evaluasi. Ketika semuanya dianggap “sudah takdir”, kita menutup pintu untuk memperbaiki sistem agar tragedi tidak terulang kembali.

Baca juga : jangan sekolahkan anak anda di pesantren

     Banyak yang tidak sadar bahwa toxic positivity bukan sekadar “berpikiran positif berlebihan”. Ini adalah bentuk tekanan batin yang membuat seseorang: menolak emosi sendiri, pura-pura kuat saat tidak mampu, mengabaikan luka psikologis, kasus dalam jangka panjang, penekanan emosi semacam ini dapat menurunkan kemampuan regulasi emosi seseorang (dalam teori psikologi disebut emotion regulation). Ini membuat seseorang kesulitan memahami, menerima, dan mengekspresikan perasaan dengan sehat.

Ini bisa dikatakan salah satu kasus toxic positivity yang mengandeng ayat paling viral bagi kita di tahun 2025. Jauh sebelumnya sudah sering kita dengan tocix positivity yang gk kita sadari menjadi ayat sehari-hari.  udah jangan sedih rezeki gk pernah tertukar kalau hakmu pasti kembali kala orang kehilangan hpnya, seakan-sekan, sekiranya tidak ketemu berarti itu bukan hak kita. Banyak kutipan toxic positivity yang membuat kita merasa tenang sesaat padahal aslinya itu adalah bumerang diwaktu lain yang memaksa kita untuk selalu kuat menerima kondisi alih alih intropeksi diri.

#husnuzon #suuzhon #prasangka #toxic #positivity  



Sunday, 23 November 2025

Berburu gua jepang yang berada di Aceh.

November 23, 2025 1

Kolonial jepang meninggalkan banyak jejak di aceh selain troma penjajahan, Adapun salah satu Kawasan yang kaya dengan nilai stories dari negara nipon ini yaitu kota sabang.

Berburu gua jepang yang berada di di Aceh.

Perjalanan liburan ke kota sabang benar benar membuka insight baru perihal peninggalan jepang yang masih membatu, tujuan utama untuk liburan ke iboeh untuk melirik dolphin membuat penjelajahan berlanjut terus. Rahmat pelatih snorkling saya merekomendasikan gua jepang yang posisinya tidak terlalu jauh dalam perjalanan pulang dari jalan utamanya. Akhirnya list saya bertambah terkhusus jam kami masih cukup banyak untuk berselucur ke beberapa tempat asing lagi.

Baca juga : wisata ke taman safari jantho 

            Perjalanan pulang dengan jam diangka 11 membuat jalanan terlihat kosong melompong, siapa yang tertarik siang Terik di kota tepi berlalu Lalang saat begini? Tentunya hanya turis balapan yang dikejar waktu mau effort segini.  Posisi tempat yang dituju nyatanya masuk kedalam 5 km dari jalan utama, benar-benar diluar ekspetasi karena seperti rute ke kebun paman tapi dengan inovasi jalanan mulus dan sinyal bagus. Sayangnya lalu Lalang orang terlihat lesu. Kami sempat ciut mentalnya kala semakin dalam masuk kedalam. Beberapa kali kami melewati penginapan atau dengan konsep alam yang terlihat milik pribadi, sesekali penampakan laut biru sebelum disapa pohonan rimbun lagi, sangat jarang bertemu orang dan hanya bertemu satu dua orang laki-laki yang baru keluar kebun memotong pakan ternaknya, benar-benar sepi sampai akhirnya kami melewati markas tni yang membuat mulai ada gerakan yang lebih ramai.     

Berburu gua jepang yang berada di di Aceh.

            Tiba melewati markas inilah penampakan tempat yang dimaksud mulai terlihat perkirannya. Posisi tempat yang berada di bawa membuat penampakan dari parkir saja sudah sangat indah, rimbun tanaman yang berpadu dengan warna laut menambah kaya akan keindahan tempat ini. Akhirnya kami memarkiran motor pada tanjakan yang cukup miring posisi tempat cukup terbatas untuk parkir tapi mungkin karna posisi tempat wisata di dalam rimbun hutan jadi parkirnya cukup untuk kami masih. Akhirya kami masuk dengan tiket 5000 per orang tanpa bayar parkir lag. Syukur sekali kota ini bersih dari pungli pencurian motor dan tukang parkir.  Inilah bonus leb bertamasya ke kota ini.

Kamipun menuruni tanjakan dengan hati-hati, padangan tak bisa lepas dari laut yang semakin dekat semakin indah dinikmati, sebuah tempat makan yang berada di Kawasan bisa mejadi alternatif jikalau ingin makan siang atau hanya sebatas untuk lihat gua jepang dan photo disini. Ayunan menjadi aksesoris khas yang sering di jadikan tempat memacu adrenalin ada juga yang sebatas bergaya untuk di jadikan memori story, sebuah pohon rumah juga berdiri beriringan yang masih di naiki untuk mengambil selfie. Tempat ini benar-benar membuat saya takjub dengan harga 5k saja. Saya tak menyangka ini lebih cantik dari photo yang saya cari kalau berselencar mencari  tahu tempat ini. Akhrinya saya ikutan antri untuk mencoba adrenalin ini.

Berburu gua jepang yang berada di di Aceh.

 Wanita yang sedang mengunakan ayunan terlihat turis sekali, dari fashion jelas bukan orang aceh. Sadar sedang mengantri seorang bapak berumur setengah baya yang posisi dekat kursi tiba-tiba berbasa basi, akhirnya ketahuanlah jikalau Wanita tersebut berasal dari Malaysia dengan posisi si bapak sebagai tour guidenya. “Hari ini air pasang, jadi gk bisa turun kebawah kalaupun gk pasang malas kali tangganya banyak banget, saya gk rekon” Saya menganguk bengong menyadari ternyata destinasi aslinya bukan di atas sini tapi terjun menuruni ratusan anak tangga lagi untuk ke guanya, terlihat kurang beruntung jadinya.  Tapi menyimak statement bapak sangat capek juga kalau bisa airnya gk pasang, tentu hal wajar karena beliau tour guide yang pastinya sudah muak bolak balik naik kesana sementara kita yang perdana pasti sangat antusias ketempat baru walaupun tangga ratusan. Kita analogikan Imbarat tembok raksasa china seklipun sudah tahu bikin sendi gemetar tetap saja ada turis yang excited mendakinya kan ?.  Akhirnya kami gagal kebawah dan memilih memperkaya photo di ayunan saja.

wisata di sabang aceh besar

Pohon kayu menjadi target selanjutnya setelah khatam eksisi di ayunan, tangga yang punya jarak cukup jauh membuat saya mengangkat sedikit rok agar tidak terpijak, sesekali saya lebih focus ke bawah ketimbang ke atas karena dibawa pas posisi kakak yang juga sedang menaiki. Jumlah tangga tidak banyak ini akhirnya berhasil membuat saya lega terkhusu penampakan langsung lautnya yang semakin cerah. Kamera Kembali on sembari menunggu kakak diatas saya melepas jacket tas untuk segera berpose. Langit benar benar mendukung kali ini. Warna tosca di himpi biru cerah membuat indah penampakan ini. Namun posisi semakin tinggi tetap tidak menolong banyak untuk menemukan gua yang di maksut. tapi tetap viewnya bikin betah untuk berlama-lama disitu, belum lagi pilihan makanan beraneka ragam untuk teman makan sederhana semua polesan terlihat lengkap dengan posisi yang masih aman dijangkau walau rada sepi sih, btw kalian tertarik setelah melihat spot ini?

#travel #trip #sabang #aceh #destination 

 

 

             

Thursday, 23 October 2025

Review buku Cinta Brotosaurus

October 23, 2025 7

Kalian pasti familiar dengan Raditya Dika, seorang aktor yang mulanya mengawali karir nya dari dunia kepenulisan. Siapa duga ternyata mengikuti stand up comedy untuk mengenalkan karyanya malah menjadi jalan cemerlang untuk karirnya hingga menjadi aktor kini. For you information semua cerita Raditya dimulai dari journal yang ditulisnya di blog lho... dan ini juga salah satu faktor yang menginspirasi saya dengan mengawali hobi nulis di blogspot, berharap suatu saat nanti punya buku mandiri wkwk. Entah kapan kesampaiannya. 

Cinta Brontosaurus

    Pertama kali saya mendengar nama dia dari  video stand up yang sangat meriah di tahun 2014, dulu saya juga belum tahun kalau ia telah mengeluarkan buku sampai saya follow akun sosmednya, dan ternyata saya juga sudah telat kala itu (Maklum anak yang terkurung di penjara suci jadi kurang eksis dunia maya). Sampai akhirnya salah satu filmya keluar saya baru sadar jikalau perkembangan karirnya cukup melejit kuat yang membuat saya semakin penasaran. Hokinya lagi selain sempat nonton filmnya yang merah jambu saya juga sempat baca bukunya yang saya pinjam dari teman maniak buku, perbandingan buku yang menarik seiras dengan filmnya menjadi alasan saya juga akhirnya untuk mempunyai buku beliau versi series lain yang belum saya baca dan nonton, adalah Cinta Brontosaurus

    Cinta Brontosaurus  ialah salah satu karyanya yang cukup bikin nostalgic dengan film diary of wimpy kid  (Saya yakin film ini juga familiar dengan kalian walau mungkin beda generasi) Saya menjadikan list di 2015 dan baru tercapai di tahun 2025 sangat berjarak sekatnya imbarat nyicil motor sudah lunas. Buku ini sendiri berhasil saya dapatkan juga faktor kado ultah dari adik, sistemnya kami request kado kala lagi keluar dan akhirnya ketemu buku ini di waktu yang bersamaan dari sekian banyak list buku lain yang ingin saya pinang, kalau kata orang takdirnya sekarang dan taraaa jadilah dia di tangan saya kini. wkwk maish gk nyangka setelah 10 tahun lamanya.

     Alasan saya mengatakan jikalau buku ini membuat saya nostalgic dengan diary of wimpy kid ialah karena isi cerita nya berupa potongan diary yang berbeda judul tentang kehidupan radit, kisahnya seperti membaca atau menonton film diary of wimpy kid dimana isinya tentang kehidupan sial dan apes melulu, bedanya kalau yang radit dia yang buly adiknya kebalikan dari diary of wimpy kid yang selalu jadi korban bully dari abangnya. Hmm mungkin jatuhnya yang satu pov versi abang dan satu lagi versi si adiknya ya. 

    Sekilas tentang Cinta Brontosaurus, buku terbitan 2006 ini dengan halaman sekitaran 190an  dari penerbit gagas media. Buku ini laris di mana-mana bahkan  pada semua series nya, saya juga baru tahu semua filmnya berhasil di filmkan dengan aktor hemat budget dari beliau sendiri. buku ini sendiri difilmkan ditahun 2014 setelah berhasil bestseller penjualan bukunya yang masih di cetak hingga kini. cerita ringan dan kocak adalah salah satu bumbu utamanya. berkisah dengan beragam kesialan dan keluh kesah kehidupan yang dibungkus jenaka membuat buku ini laris manis dalam beragam setuhan seperti percintaan dimana kisah patah hati di bungkus komedi hingga trauma yang bisa bikin kita baca tertawa terngingik membayangkan posisinya. 

     Cerita di buku ini mempunyai daya tarik utama yaitu tentang percintaan radit yang ombang ambing melewati situasi, namun tidak menutup kemungkinan dengan beragam sisi apesnya bahkan sampai operasi mencret tak kambuh kambuh kala diluar negeri atau kasus dunia sekolah yang bikin tromatis serasa dikerjain. Adapun jikalau menarik benang merah untuk melirik perbab dari buku ini, isi pengalaman pahit radit terbagi 8 cerita yaitu : 

Isi per Bab (ringkasan singkat):

  1. Cinta Itu Seperti Brontosaurus
    Radit membandingkan cinta dengan brontosaurus — dulu pernah ada, besar, tapi sekarang punah. Ia mempertanyakan apakah cinta sejati masih ada di zaman modern ini.

  2. Cinta dan Nasi Goreng
    Cerita tentang cinta yang sederhana, tapi kadang penuh harapan palsu. Seperti nasi goreng — enak di awal, tapi bisa bikin eneg kalau kebanyakan 😆.

  3. Cinta yang Tidak Salah Tempat
    Tentang perasaan yang muncul ke orang yang salah — kadang kita jatuh cinta bukan karena alasan logis, tapi karena terbiasa.

  4. Cinta dan Kambing Jantan
    Mengaitkan kisah cintanya dengan pengalaman lucu saat kuliah di Australia. (Beberapa tokohnya nyambung dari buku sebelumnya, Kambing Jantan).

  5. Cinta di Dunia Maya
    Radit mengalami hubungan “online love” dan menggambarkan kelucuan serta jebakan cinta digital (jaman awal sosial media).

  6. Cinta dan Mantan
    Refleksi soal move on yang susah — apalagi kalau mantan kelihatan bahagia duluan 😂.

  7. Cinta dan Kucing
    Analogi lucu antara cinta dan kucing: susah ditebak, manja kadang, dan bisa pergi kapan aja tanpa pamit.

  8. Cinta Itu Bodoh, Tapi Lucu
    Bab penutup yang menyimpulkan: cinta itu tidak bisa dijelaskan logika, tapi justru itu yang membuatnya menarik dan manusiawi.

         Kisah yang balut ringan dan jenaka sanat cocok dibaca di beragam sesi, bahkan sekiranya pun sedang sibuk tidak bisa baca terburu-buru juga masih aman karna kisahnya yang terbagi ke beragam kisah berbeda pada setiap bab sehingga jikalau cuti seminggu untuk bab selanjutnya masih aman karena berbeda kasus dan alurnya lagi, Kasus saya baca juga begini kemarin kala sibuk berhenti kala setres lari lagi kebuku ini cari sebagai obatnya, jadinya sangant aman untuk di koleksi, nah jadi gimana kalian tertarik dengan buku ini?

    #review #buku #booklovers #radityadia #kambingjantan #cintabrontosurus 

Monday, 6 October 2025

Wajib Masuk Wishlist! Bukan FOMO, Emang Seindah Itu Bromo

October 06, 2025 8

Beberapa hari yang lalu teman saya eksis spam story honeymoon kala berada di bromo. sejujurnya story teman liburan ke bromo bukan ranah asing di beranda saya sehingga saya tidak terlalu fokus walau belum pernah kesana, tapi karena berulang kali dalam seminggu itu dia update dengan beragam sisi dan template video yang berbeda, akhirnya hal itu membuat kepo juga untuk melirik lebih cerita seru dari honeymoon mereka. Disitulah akhirnya saya sadar bromo seindah itu untuk di romantisasikan ternyata.  

         Jujur saja saya belum pernah kesana, tapi mutual di instagram saya cukup ramai yang sudah update story disini, terkhusus teman dekat saya yang notebennya sama-sama berasal dari aceh, bahkan herannya beberapa teman saya memang terniat kesana honeymoon dalam arti bukan lagi jakarta atau tugas kerja jadi mampir kesana sekalian. Padahal, tiket Aceh kesana itu lumayan juga harganya bisa dikatakan setara ke luar negeri jika gk dapat harga hoki, pokoknya salut banget sama effortnya. Mereka berhasil explorer tempat yang sering masuk timeline dan beranda tiktok saya, entah melalui video douyin yang disulap keren atau photo sweet dengan sound lagu "About me". Yang pastinya pernah berita pasangan yang prawed sampai kebakar setengah bromo juga sudah sampai di feed saya. Singkat cerita, akhirnya sekalipun belum pernah kesana. Saya menabung pengalaman teman liburan dalam rangka honeymoon  kesini yang cukup beragam, tinggal nunggu story teman yang lamaran disini aja yang belum.  

 Bromo: Tempat yang Indah untuk Dirindukan, Meski Belum Pernah Didatangi

         Bromo sendiri  adalah salah satu tempat wisata  yang berada Taman nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)  pada diketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut. Posisinya meliputi empat kabupaten yaitu probolinggo, pasuruan, Lumajang dan malang, Jawa timur. Jadi untuk jarak tempuh kesini bakal berbeda tergantung posisi kita berangkat dari kabupaten mana. Bisa dari probolinggo Atau malang Bahkan juga bisa dari Surabaya. Nah untuk lebih aman mending gunain agent atau tour travel seperti dari awan tour yang sudah cukup berpegalaman menangani tur domestik hingga mancanegara, langsung kalian akses awantour.com mengingat ini jenis trip alam dan juga tempat ini masih berstatus sebagai gunung api aktif yang masih mengeluarkan asap belerang walau kondisi ringan ya. Jadi cari aman saja karna kita pun tak tahun kondisi asli disana gimana.  

          Dulu kala pertama kali  melihat teman update story membuat saya sempat kebingungan karena memakai jaket tebal di kawasan gunung berapi, jujur secetek itu dulu pemahaman saya tentang bromo yang ternyata suhunya bisa mencapi 10 sampai 5 drajat pada kondisi tertentu (Herannya saya pernah lihat  kreator douyin eksis dengan costum yang cukup terbuka untuk ditempat yang cukup tidak hangat tersebut jadi agak membingungkan kalau kita tak pengalaman langsung merasakan cuaca disitu, mungkinkah ia datang dimusim kemarau kah jadi suhu tidak terlalu dingin? hmm sayapun hanya menyisakhkan tanda tanya kala itu).
sumber creator douyin
     Tempat ini nyatanya menawarkan banyak daya tarik dalam sekali trip.  Baik penampakan gunungnya, spot sunrise, lautan pasir, sampai penampakan padang savana dan bukit teletubis pada bulan tertentu yang terlihat cukup cerah seperti golden sunrise di bulan tertentu juga. Tak lupa jasa kuda yang bisa di pakai untuk berswa photo atau untuk mengintip kawah nya langsung jikalau otot kaki tak cukup kuat untuk bergerak dengan jarak tempuh 2 km. Tak heran banyak yang kabur kesini untuk refreshing karena sebanyak itu daya tarik yang di sajikan belum lagi yang prawedding pastinya. Opsi praweding kesini menjadi paket komplit karena bakal dapat beragam spot berbeda dalam sekali jalan siapa yang tidak tertarik coba.?     

#Bromo #bukitteletubis