Friday, 13 February 2026
Wednesday, 7 January 2026
Berburu spot dan kuliner di Aceh Heritage Vintage
Saya dan Mei Kembali melaju cepat kala menyadari rintik air membasahi bumi, gerimis pelan tanpa mantel membuat kami tak kuyup tapi tetap tak nyaman kalau tak sampai terus ke tempat yang dituju, sialnya sebagai si perdana ke tempat tersebut kami hampir kelewatan dengan klakson berulang dari Kawan yang memperingatkan, dan taraa sebuah gerbang tinggi menutup setengah penampakan dalam yang membuat kami tak sadar inilah tempat yang dimaksut. Seperti nama cafenya Aceh Heritage Vintage, perjalanan kedatanganpun disambut dengan rumah panggung yang di hias ornamen khas simobolik aceh dengan bendera merah putih berdiri kuyup di depanya, gerimis semakin keras menampar helm yang membuat saya langsung bergegas membuyar lamunan untuk mencari parkiran di tempat yang super padat merapat dengan mobil dan motor. Feeling saya tempat ini pasti dimeriahkan oleh turis luar daerah seperti Jakarta atau sekalian bule mancanegara.
Berkelana seharian dalam misi
berburu spot mewah dan alami di sabang membuat saya dan teman kelaparan kala
perjalan pulang. Setelah sekian kalkulasi dana dan waktu ternyata kita masih
bisa berburu tempat makan sebelum sapa pamit undur dari kota yang mega dengan
penampakan safa tersebut. Ya akhirnya kami menuju ke destinasi terakhir yang
terkenal selain kulinernya tapi juga alamnya yang bikin candu. dan benar
saja, penampakan pertama kala memasuki keruangan adalah sepasang bule dengan
celana pendek yang duduk santuy, mata saya langsung berburu spot nyaman untuk
regu yang berjumlah enam orang, agak kesulitan melihat tempat penuh hura hara
manusia diliburan di akhir pekan, sesosok Wanita dengan baju penganti terlihat
di bilik seberang sedang berpose postwedding, view mendukung sekalipun hujan
terlihat bagus dengan konsep indoor maupun outdoor ditempat sini. Pantesan semua
merekom tempat ini terlepas dari makanan yang belum dirasakan yang pasti untuk
penampakan sudah
Akhirnya
kami menepati spot pojokan yang menjadi tempat paling aman untuk kursi 6 orang.
Posisi tepat disamping ruang dapur membuat aroma beragam hidangan tercium
semerbak, penampakan hujan yang perlahan membudar membuat suasana Kembali membaik,
sekalipun terlihat banyak turis luar negeri namun pelayanan bergerak gesit
tanpa melihat penampakan orang kami yang bakal terlihat patungan nantinya ckckc,
Benar-benar membuat nyaman untuk service dengan harga yang dihitung masih aman
untuk kawasan café yang cukup mewah penampakan.
Pada akhirnya setelah berkutat diskusi singkat, kiblat makanan kami jatuh ke pizza lagi. Dengan harga 70an dan beragam menu tambahan layaknya kentang goreng untuk makan jamaah akhirnya sajian makanan terhidang pada meja berbentuk tak bundar tersebut. Pesanan siap kala matahari Kembali riang , seakan mendukup mood perjalanan kami yang bakal berakhir setelah ini, potongan pizza yang lumer tak pelit toping benar-benar bikin kenyang untuk satu potongan saja tanpa menyentuh kentang lagi, entahlah untuk teman saya yang lain, tapi memang lambung saya seakan sangat membatasi setiap sisi untuk menerima banyak energi.
Kenyang makan waktu berburu spot berlanjut, beragam penamakan dan hiasan membuat mewah pengambilan gambar, ayunan yang bisa digunakan untuk berswapoto kadang terlihat penuh sampai harus ditungguin, sembari menungu teman berselfie riang di didepan cermin yang tertata tepat disamping ayunan, pegambailan video dan gambar benar terlihat tak melelahkan dengan beragam spot posisi yang diusahakan.
Aceh
heritage vintage sendiri merupakan sebuah café yang terletak di Jl. H, Agus Salim
No.2, Ie Meulee, Sukajaya, Kota Sabang, Aceh. Tempat ini bukan sekedar kaya
akan view alamnya yang mempesona tapi juga kayak akan kearifan local dari
beragam segi, mulai dari kulinernya yang cukup bervariasi sampai ornament pelengkap
khas aceh yang cukup bikin tempat jadi terlihat autentik. Untuk menu sendiri
juga tidak dibatasi pada khas kuliner khas aceh sebagai bentuk memperkenalkan aceh,
tapi juga beragam makanan fastfood familiar seperti pizza spaghetti, capcay,
sampa tomyam untuk para turis dari local aceh yang sudah familiar dengan kuliner
aceh dengan pengen coba menu lain. Baca juga wisata alam bagi pecinta buku dan laut
Untuk
konsep rumah aceh yang terlihat di aceh pada gerbang masuk sendiri faktanya
juga bisa di masukin dengan Beragam sajiah khas penampakan aceh, infonya itu adalah
tempat shalat yang diluar ekspetasi saya sendiri. Tempat parkirpun gratis dengan
posisi café tersebut yang juga masih berada pada Kawasan yang sama dengan resort, memang benar-benar hoki menemukan
tempat dengan paket lengkap seperti ini, terkhusus tempat cukup popular hingga
kini dan rame didatangi turis asing tapi tidak tebang pilih pada turis local yang
pesan makanan patugan lagi wkwk Akhirnya
kami pulang dengan kenyang perut, photo di galeri yang menimbun.
#travelkuliner #wisataaceh #sabang #resort#acehheritagevintage
Tuesday, 30 December 2025
Tempat Makan Praktis di Cowes untuk Keluarga Saat Musim Liburan
Musim liburan selalu mengubah ritme Cowes. Jalan utama menjadi lebih ramai, stroller dan sepeda anak lalu-lalang di tepi pantai, dan agenda keluarga terasa padat, dari bermain pasir, melihat satwa, hingga menunggu matahari terbenam. Di tengah semua itu, ada satu kebutuhan yang selalu sama: tempat makan yang praktis, nyaman, dan ramah keluarga.
Di Cowes, menemukan tempat seperti itu bisa jadi penentu apakah hari liburan berakhir dengan senyum atau kelelahan. Karena saat anak mulai lapar dan orang tua butuh jeda, pilihan makan yang tepat membuat segalanya kembali terkendali.
Cowes di Musim Liburan, Seru Tapi Menantang
Cowes adalah jantung aktivitas Phillip Island. Pantai yang landai dan mudah diakses membuatnya ideal untuk keluarga, sementara deretan toko dan kafe di sepanjang jalan utama menambah pilihan hiburan. Namun di musim liburan, kepadatan pengunjung sering berarti antrean lebih panjang dan waktu tunggu yang menguras kesabaran, terutama saat jam makan siang atau makan malam.
Di momen seperti ini, keluarga biasanya mencari tempat yang:
mudah dijangkau dari area pantai
tidak ribet soal menu
penyajiannya cepat
nyaman untuk anak
tetap menyajikan makanan hangat dan mengenyangkan
Pilihan Praktis di Cowes
Pika sushi kerap menjadi pilihan keluarga yang ingin makan tanpa drama. Dari luar tampil sederhana, namun begitu masuk, suasananya terasa lebih tenang, cukup untuk menurunkan tempo setelah pagi yang aktif.
Restoran ini bekerja baik untuk konteks liburan keluarga karena alur makannya efisien: memilih menu cepat, menunggu tidak lama, dan langsung menikmati hidangan hangat. Tidak perlu menyesuaikan banyak hal; semuanya terasa lurus dan mudah.
Menu yang Memudahkan Keluarga
Saat liburan, keluarga jarang ingin bereksperimen terlalu jauh. Yang dicari adalah menu yang aman, familiar, dan bisa dibagi. Di Salah satu tempat makan praktis di Cowes yang menarik adalah .Cowes, beberapa pilihan ini sering jadi andalan:
- Bento BoxPaket lengkap dalam satu sajian, nasi, lauk utama, salad, dan sup miso. Praktis untuk anak dan orang tua.
- Chicken Katsu CurryKari Jepang yang lembut dan creamy, mudah disukai anak-anak, mengenyangkan tanpa terasa berat.
- Sushi Pack atau Sushi PlatterMudah dibagi dan cepat disantap, pas untuk keluarga yang ingin makan bersama tanpa menunggu lama.
- Katsu RamenOpsi hangat saat angin laut mulai terasa dingin di sore hari; membantu mengembalikan energi setelah seharian beraktivitas.
Menu-menu ini membantu keluarga makan dengan tenang, tanpa harus menunggu terlalu lama atau menghadapi pilihan yang membingungkan.
Lokasi yang Mendukung Itinerary
Letak yang strategis memudahkan keluarga untuk singgah sebelum atau sesudah aktivitas utama, entah setelah bermain di foreshore, sebelum menuju agenda sore, atau sebagai makan malam ringan sebelum kembali ke penginapan.
![]() |
| Tersedia juga versi untuk para vegetarian |
Selesai makan, banyak keluarga melanjutkan hari dengan berjalan santai, membeli es krim, atau kembali ke pantai untuk menikmati sisa cahaya matahari. Ritmenya tetap terjaga, tanpa rasa tergesa.
Musim liburan di Cowes memang penuh energi, dan di tengah keseruan itu, tempat makan praktis menjadi penopang utama hari yang menyenangkan. Dengan suasana yang tenang dan menu yang mudah dinikmati seluruh keluarga,menawarkan jeda yang tepat, hangat, cepat, dan nyaman.
Untuk keluarga yang ingin menjaga alur liburan tetap ringan, memilih tempat makan yang tepat sering kali membuat perbedaan besar. Di Cowes, jeda itu bisa berarti satu meja sederhana, makanan hangat, dan momen tenang sebelum petualangan berikutnya.
Tuesday, 23 December 2025
Ketika fitnah jadi hukuman mati : Membaca Witch Hunt lewat film “The stoning of Soraya”
Ini Adalah salah satu dari sekian
banyak film yang cukup emosional bagi saya kala pertama kali menontonnya
terkhusus lagi kala sadar jikalau film ini dari kisah nyata. Film ini berakhir
saya rewatch lagi untuk saya review di blog setelah sekian lama mengendap terkubur
diingatan.
The Stoning of
Soraya Adalah film yang diadopsi dari sebuah buku yang berjudul “La Famee
Lapidee” yang berarti The stoned Women karya jurnalis
prancis iran “Freidoune sahebjam” buku tersebut merupakah kisah nyata
yang terjadi pada tahun 1986 negara Iran. Film ini akhirnya berhasil di rilis
pada tahun 2008 sekalipun sempat mendapat larangan penayangan di
sejumlah negara timur Tengah.
Adapun alur kisahnya
menceritakan tentang kondisi yang tidak stabil dengan Wanita sebagai objek
misoginis dan korban dari praktik patriaki kala itu yang terjadi di desa
Kuptan e Malu, Iran. Kisah dimulai dengan Soraya sebagai pemeran utama yang
menjadi seorang ibu dari 2 anaknya dengan bersuamikan seorang lelaki yang kebelet
nikah lagi, setelah segala kekerasan dan polemik yang telah dia lakukan kepada
istrinya, ia tidak mau menalak istri untuk menikah lagi karena akan ada tanggung jawab anak, nafkah iddah dan mut'ah jadi pihak si laki merasa rugi.
Kondisi
semakin rumit Ketika posisi daerah yang kental akan patriaki ini ternyata tidak
berpihak kepada wanita, beragam cara dilakukan sang suami agar bisa berpisah
dengan istri dengan aman ataupun tak aman.
Ia bahkan berani mengambil resiko dengan cara mengfitnah istrinya, scenario terburuk yang bisa membuat istrinya
juga meninggal karena hidup di negara yang menerapkan hukum islam (rajam) demi
bisa menikahi “wanita daun muda” yang jadi incaranya. Parahnya, sekalipun
beresiko besar yaitu sang suami jikalau ketahuan berbohong bisa ikut dieksekusi,
namun ia tetap tak bergeming dengan tekadnya
itu, bahkan sebaliknya kini ia semakin bertindak berani. Terkhusus melihat
posisi wanita tak punya suara di daerah tersebut untuk membela diri.
"Ketika fitnah menjadi hukum. “Rajam dan api unggun”
Saya yakin ada
banyak pro kontra dengan film ini dengan segala asumsi yang bertebaran liar. Pastinya
ada yang menyebut film ini kospirasi untuk menjatuhkan islam atau alat propaganda
baru kepentingan beberapa pihak yang ditambah drama berlebihan agar lebih
tragis. Padahal itu adalah kejadian pelaku yang memanfaatkan agama dan itu juga
terjadi di agama lain, selalu ada spesies yang sama. Karena
faktanya pada zaman Rasulullah pun rajam sngat jarang terjadi bahkan ada yg menyebut dua kali satu kasus ma'iz dan satu lagi kasus wanita yang hamil yg cukup familiar di telinga kita, itupun pengakuan dari pelaku sebagaiamana poisisi wanita itu sendiri yang datang meminta di rajam setelah mengaku
berzina, bahkan posisi kala itu nabi tidak langsung menerima pengakuannya dan
memalingkan wajah, Wanita ghamidiyah tersebut datang berulang kali dan
bersikukuh sampai memberi tahu ia telah hamil. Sebagaimana termaktub dalah hadis Dari budaidah
r.a
“Mengapa
engkau menolakku? Mungkin engkau ingin menolakku seperti engkau menolak Ma’iz,
Demi Allah aku hamil.”
Akhirnya Rasulullah
meminta ia melahirkan anaknya dulu dan bahkan setelah melahirkan ia Kembali meminta
dirajam Rasulullah menyuruhnya untuk menyusuinya dulu sampai anak berumur dua tahun baru setelah semua tuntas ia bertanya Kepada penduduk siapa yg berkenan merawat anak tersebut untuk memastikan kondisi, sang wanita benar-benar
telah selesai dengan semuanya urusan dunianya dan kekhawatiran terhadap kondisi masa depan anaknya pudar. Sejauh itu perlakuan islam memastikan keadaan anak ia kedepannya. Bahkan bukan sekedar terpenuhi hak sebagai wanita tapi juga diberi kesempatan menjadi ibu kala itu. Sehingga tidak bisa dijadikan landasan film ini untuk
menjatuhkan islam karena praktiknya misoginis tubur liar di setiap wilayah tanpa
melihat penganut daerah tersebut, contoh di negara bukan penganut muslimpun
seperti eropa misoginis dan pratriaki tubur subur. Sehingga akan mudah kita
temukan orang memanfaatkan agama hingga budaya dalam menekan wanita jikalau mau
diselidiki. Baca juga Review movie "The great kitchen" Cara membungkam wanita
Adapun sebagai Contoh di negara eropa tepatnya di kisaran 1400-1750 dengan puncaknya di kisaran 1550-1650 dimana muncul istilah witch hunts untuk menyingkirkan mereka yang dituduh sebagai penyihir dengan korban 78% Adalah Wanita dengan status janda, Perempuan tua, Perempuan miskin sampai Perempuan yang vocal, diperkirakan ada sekitar 40.000–60.000 orang yg jadi korban. Kejadian ini terjadi paling parah di Kawasan Eropa yaitu jerman, swiss, perancis skotlandia, belanda, eropa timur dengan pemicu utamanya yaitu wabah penyakit (black death), agama, patriaki dan buku Malleus Maleficarum, dimana berapa point yang ditonjolkan dalam buku karya Heinrich Kramer tersebut ialah, penyihir kebanyakan Perempuan, mereka mudah tergoda, dan emosional. Buku tersebut bahkan memberikan penjelasan gimana cara menyiksa agar mengaku dan mematikan para penyihir agar tidak bisa bangkit lagi entah dengan cara digantung, ditenggelamkan atau sampai dibakar. ya begitulah misoginis membunuh perempuan. Maka tak heran ada yang menyebut fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan kan?
Dari penyihir hingga penzina pola yang sama untuk mengfitnah Wanita.
#reviewmovie #film #rekomendasifilm #movie #iran #girlzone
Sunday, 21 December 2025
Begini cerita. Troma Aceh gelap efek bencana Banjir.
Tiang
Listrik dan puluhan jembatan rusak totak, longsor rumah tertimbun begitu parah,
jarak dan sekat tanah hilang membuat aceh dan skitaran yang menjadi Kawasan lezat untuk disantap mafia tanah, semua kini dimulai dari nol. Desember
Kembali menjadi troma untuk aceh sekalipun bukan semua Kawasan yang menjadi
target amukan alam namun bikin seluruh
aceh jadi kewalahan. Pemadaman lampu yang tak disangka membuat seluruh aceh
kacau Listrik hilang sinyalpun hilang untuk semua provider layanan, kasuus ini
mempersulit kondisi untuk mencari hp memang benar doble kill setelah puasa
Listrik hampir dua hari kini mendapat berita buruk lagi di kondisi begini. Dua
hari setres gk hidup lampu bertambah stress berita baru.
“Besok coba cari kalau gk dapat urus aktivasi kartu dulu biar gk di salah gunain orang kalau kedapatan dan di pasang no di Whatsap baru” segala kemungkinan baru bermunculan memang hp ada password tapi semisal kartu di ambil di pasang di hp lain dan download whatsap untuk ngaku jadi dia tentunya bisa bahaya. “ia menganguk lesu” Akhirnya di jam yang mengusung hampir pagi dengan segala kecemasan saya meyuruhnya tidur agar pagi yang sebentar lagi bisa berangkat memperbaiki apa yang bisa diselematkan sekiranya tak berjodoh dengan hpnya lagi.
Saturday, 13 December 2025
Review Buku Selimut Debu “Membedah negara Thaliban”
Siapa yang tidak tahun negara afghanistan,
sebuah negara yang cukup terkenal karena perang suburnya dan dengan thaliban
sebagai laskar khasnya. Negara ini memang familiar ditelinga banyak orang, tapi
tak banyak yang tahu jikalau negara ini pernah menjadi negara suci umat budha
sedunia layaknya umat muslim dengan kota mekkahnya.
Saya
benar-benar tidak menyangka banyak insight baru setelah baca buku setebal
400an halaman ini. Perjalanan Agustinus ke negara berselimut debu
benar-benar utasan dengan beragam kejutan baru yang perdana saya dengar sebagai
contoh, para thaliban mengharamkan makan dengan menggunakan meja dan kursi agak
ekstrim kedengaranya. Syukurnya itu berupa
pengalaman dulu jadi dengan sekarang pastinya sudah berbeda Ketika negara ini
perlahan mulai berani membuka tirainya.
Buku selimut debu ini Adalah perjalanan era
awal 2000an Dimana batas akses ke negara yang dihujani perang ini cukup
terbatas informasi dan internary. Perjalanan Panjang agustinus sang penulis
cukup menarik untuk disimak dengan nuansa thaliban yang masih sangat kerasa
kala itu, bentuk cerita story tellingnya benar-benar mengalir rapi walau tidak
ada daftar isi yang memilah bagian perbab seperti normalnya buku. Minusnya
Jumlah gambar yang ditampilkan terhitung sedikit tapi kaya dengan deskripsi
sehingga memperluas imajinasi.
Siapa yang tidak tahu thaliban, sebuah laskar yang berhasil mengusir pasukan uni soviet dengan kekuatan imam dan taqwa. Kemuculannya sempat dijadikan pahlawan sampai berlarut waktu berubah menjadi ketakutan. Nyatanya di awal keberadaan thaliban cukup aktif merekontruksi aturan untuk segala kasus criminal, pemerkosa dan kejathatan berkurang namun berlanjut dengan aturan ketat lain yang membuat ruang gerak Masyarakat umum juga jadi kecil. Music haram, Wanita wajib memakai burqa dan bahkan disembunyikan dirumah.
Bagi sebagian orang
perlakuan ini adalah cara melindungi Wanita walau opsinya dengan mengurung
mereka di rumah atau keluar wajib dengan mahram. Namun faktanya kejahatan tetap
tidak berhenti Dimana tetap lelaki sebagai pelakunya lagi. Tidak dapat
perempuan kali ini lelaki muda yang terlihat mulus menawan jadi incaran. Ada sebuah adat yang menargetkan anak lelaki
muda sebagai pelampiasan tradisii ini terkenal familiar di kalangan Kandahar
namun tidak menutup kemungkinan di daerah lain yang merambah sampai ke negara
tetangga di Peshawar Pakistan. Namanya bachazbazi tradisi haram ini bahkan
enggan diakui walau faktanya bersimbah bocah yang jadi alat permainannya. Kata bachabazi
sendiri diambil dari dua kata bacha yang berarti bocah dan bazi
bermain sederhanannya bisa dikatakan bermain dengan bocah untuk kesenangan
untuk berdansa bahkan sampai tahap segs ada juga yang bahkan punya bocah
peliharaan yang versi kita ani ani simpanan untuk kesenangan bedanya ini kasus
sejenis. Entah bagaimana berkembang suburnya praktik homo di negara yang
dimeriahkan hukum syariat disini tapi
tidak bisa di jadikan alasan karena wanita dikurung, karena kasarnya ponny,
seekor orang hutan yang dijadikan psk di
kalimatan adalah bukti ada atau tidak adanya Perempuan lelaki yang tidak
mengontrol diri bisa seperti babi liar alias semua di trabas.
Saking larisnya cerita ini bahkan ada yang menyebut jikalau menemukan uang jangan sembarangan membungkuk untuk mengambilnya karena dengan membungkuk dianggap sama saja memberi izin untuk ditrobos lewat belakang. Agustinus sendiri pernah dua kali menceritakan pengalaman yang membuatnya hampir menjadi korban pelecehan oleh lelaki ditambah satu kali berhasil diremes amunisinya oleh lelaki kala pemeriksaan bahkan pada satu cerita lain ia menuturkan “Berbeda dengan di Peshawar yang mana dalam sehari saya bisa mengalami lebih dari sekali pelecehan” Setingkat laki-lakipun tidak aman posisi.
Negara
tetangga selayaknya Pakistan hingga iran juga ikut di mention banyak dalam
perjalanan kali ini, walau bukan membidik secara spesifik pada negara iran atau
Pakistan namun penampakan negara yang terbuka uluran tangan untuk menolong
saudara yang sedang konflik tersemat cukup membantu memahami kondisi
politicalnya. Belum lagi cerita tentang raja Amanullah yang sempat mencoba
mengsekulerkan negara thaliban dengan mengikuti arah kiblat turki layaknya ratu
nya yang melepas kerudung dan aturan lain yang mendukung kearah kebijakan
sekuler, namun kisah ini hanya bertahan beberapa tahun saja hingga kudeta
dilakukan (1919-1929). Pihak presiden partama M daud juga mencoba memulai
program moderanisasi dengan pengurangi penggunaan hijab. Namun tidak ada yang
serta merta berhasil.
Membaca buku
ini benar- benar kompleks dalam membedah negara yang berselimut debu ini, buku
terbitan 2010 tersebut menjadi salah satu buku best sellernya setelah beragama
perjalanan mengerikan yang telah dilewatin. Setelah berhasil dituangkan dalam
bentuk buku, nyatanya 400 halaman terlihat singkat setelah baca buku ini. Ada
banyak sekali intisari menarik yang bisa dijadikan ibrah terlepas dari sisi
gelap negara yang kayak history juang ini faktanya negara ini pantang di jajah
harga diri yang layak untuk di banggkan walau luluh lantak penampakan
#reviewbuku #selimutdebu #afganistan #thaliban #mujahidin














